Banyumas, Jateng

Slamet via Baturraden

1 pendaki melihat jalur ini minggu ini

Jalur pendakian Gunung Slamet melalui Baturaden menawarkan pengalaman mendaki yang menantang dengan panjang jalur sekitar 8 km dan estimasi waktu pendakian 10–12 jam hingga ke puncak, tergantung kecepatan pendaki. Dimulai dari ketinggian sekitar 650 mdpl di kawasan wisata Baturaden, jalur ini membawa pendaki melewati hutan hujan tropis yang lebat, vegetasi alami, dan satwa liar yang beragam. Medannya terjal dengan tanjakan curam mencapai kemiringan 40–60 derajat di beberapa titik, terutama mendekati puncak di ketinggian 3.428 mdpl, sehingga cocok untuk pendaki berpengalaman. Keasrian jalur ini, yang relatif jarang dilewati, memberikan suasana eksklusif, sementara puncaknya menyuguhkan panorama spektakuler Jawa Tengah, termasuk hamparan awan dan gunung-gunung di sekitarnya.

Jalur Pendakian Cocok Untuk Ahli

Statistik

Penambahan Elevasi
2504m
Jarak Total
7.61km
Waktu Tempuh
9.3jam
Kalori
kkal

Peta & rute

Lihat lintasan

Pos pendakian

Setiap titik di sepanjang jalur

  1. 01

    Basecamp

    ELV 896 m
  2. 02

    Puncak

    ELV 3400 m WAKTU 9.3 jam KALORI 6,066 kkal

Kondisi Cuaca

Prakiraan di titik resmi

Basecamp

896 m

Jam:

Rabu

3 Juni · 13:00

Hujan Ringan

24 °C

8.1 km/j

Kamis

4 Juni · 13:00

Kabut

24 °C

7.6 km/j

Jumat

5 Juni · 13:00

Berawan

26 °C

8.9 km/j

ⓘ Kondisi cuaca di atas merupakan data dari Open Meteo

Lihat prediksi 7 hari

Informasi

Detil yang perlu kamu tahu

  • Pendaki perlu mengurus perizinan di basecamp Baturaden. Menggunakan jasa pemandu lokal sangat disarankan, terutama karena jalur ini kurang populer dan minim tanda penunjuk arah.
  • Mata air terakhir di jalur pendakian Gunung Slamet melalui Baturaden biasanya ditemukan di sekitar Pos 2 atau Pos 3, tergantung kondisi musim dan curah hujan. Pada musim kemarau, debit mata air ini sering berkurang atau bahkan kering, sehingga pendaki disarankan untuk mengisi penuh persediaan air di pos tersebut. 
  •  Cuaca di jalur ini bisa berubah cepat, dengan potensi kabut tebal dan hujan yang membuat jalur licin. Pastikan membawa pakaian tahan air dan perlengkapan mendaki yang memadai. 
  • Seluruh jalur pendakian Gunung Slamet resmi ditutup sementara menyusul bencana longsor dan banjir bandang (28-01-2026)
  • Pendakian Gunung Slamet resmi ditutup mulai Minggu 5 April 2026 menyusul adanya peningkatan suhu kawah yang dinilai cukup signifikan dan berpotensi memicu erupsi (05-04-2026)




  •  Jalur ini memiliki medan terjal dan minim tanda penunjuk arah, sehingga tersesat menjadi risiko besar. Selalu berjalan dalam kelompok atau dengan pemandu lokal. 
  •  Membuat api unggun dilarang keras karena risiko kebakaran hutan yang tinggi, terutama di musim kemarau. Gunakan alat masak portabel jika diperlukan. 
  •  Semua sampah harus dibawa kembali turun. Gunung Slamet adalah kawasan konservasi, dan meninggalkan sampah merusak ekosistem serta keindahan jalur. 

ⓘ Terakhir diperbarui pada Minggu, 5 April 2026

Ulasan Pendaki

Cerita dari pendaki lain

5.0

5 Ulasan

Masuk untuk menulis ulasan

Jalur lain

Jalur lain di Slamet